Pemilihan Busi pada Motor

hoaaammmmhh….. mata masih sepet nih….

tapi mo gmn lagi mandangin gubug kok lom apdet2 yak… hehehehehhehe….😀😀

gak berapa lama di milis yang sering saya pantau saban hari ada bahasan penting nih mengenai pemakaian busi khususnya untuk kendaraan roda dua bermesin yak… motor kamsudnya eh maksudnya….😀🙂 maklum eke juga saban hari pengguna kendaraan roda dua ini kemana mana… jadi mayan bisa ngisi kekosongan memori di otak ane…

ane share di sini aja ya biar pada ngerti n tau apa aja sih tipe busi itu n seberapa berguna dari tipe busi itu sendiri… okelah dari pada dengerin eke ngoceh sampe dower mending lagsung cekidot aja yak… (hehehehehe… ngikutin raffi ahmad ah kali aja bisa setenar doi 😀😀😀 )

berikut postingan mail di milis MiLYS yang eke pantau saban hari…

========================================================================

Dear all,

Maaf jarang posting,
cuma mau sedikit sharing dari berbagai info yang saya dapat dari forum2 sebelah…

Iridium itu tidak terlalu ngaruh enak di saat sudah panas atau tidak enak saat masih dingin.

Yang berpengaruh adalah heat range nya…
Lebih awamnya adalah jenis busi panas, busi dingin, atau busi normal (medium)

Kalau kita pakai busi dingin untuk keperluan harian,
efeknya saat pagi hari kita menghidupkan mesin (mesin masih dingin), si busi dan mesin akan susah mencapai panas idealnya, sehingga mesin susah hidup…
Baru saja busi mulai panas, eh si busi dingin sudah melepas panasnya…

Perlu diketahui, busi juga perlu panas ideal agar dapat bekerja dengan baik…

Kebanyakan busi iridium yang dijual di toko-toko adalah busi iridium type busi dingin…
makanya kurang enak buat harian,
gejalanya ya tidak enak saat dingin atau businya lebih cepat mati…

Kenapa bisa begitu?

Untuk “tidak enak saat mesin masih dingin” sudah saya jelaskan di atas,
Yaitu karena busi butuh suhu ideal untuk bekerja namun baru saja terjadi panas sedikit eh sudah keburu dibuang panasnya oleh busi dingin tersebut.

Lalu kenapa busi iridium racing yang dingin tersebut cepat mati jika dipakai harian?

karena salah satu fungsi panas ideal di busi adalah “SELF CLEANING”, jadi dengan panas ideal tersebut, si busi dapat mencegah timbulnya kerak (kotoran) di elektroda busi.

Kalau kita pakai busi dingin (yang katanya racing) untuk harian, yah si busi tidak akan mencapai suhu kerja idealnya…

apalagi kalau sepeda motor kita melewati jalanan yang macet dan banyak lampu merah…

busi dingin cepat sekali melepaskan panas, jadi tidak begitu cocok dengan situasi untuk transportasi sehari-hari…

Coba lihat saat balapan,
dia cocok pakai busi dingin karena dia selalu di putaran tinggi…
siklus putaran mesin (rpm) lebih cenderung tinggi terus, gesekan naik turun piston lebih banyak, pembakaran pun lebih cepat (karena rpm tinggi), semuanya membuat saat dipakai balap mesin lebih “PANAS” daripada dipakai harian.

Apakah pernah kita lihat saat akan start balapan,
mesin para pembalap dibiarkan hidup stationer menunggu persiapan start (seolah-olah sedang berada di situasi macet atau lampu merah saat kondisi transportasi)?
Tentu tidak…

kendaraan balap akan dihidupkan ketika benar2 akan start, dan saat sudah start dia akan dibejek terus gas nya…
tidak pernah berhenti stationer lama (> 1 menit) seperti kita menunggu lampu lalulintas menyala hijau di perempatan jalan.

Betul nggak? betul donk…

Kalau balap pakai busi biasa (heat range normal) atau busi panas,
wah bakalan kacau,

Elektroda busi biasa jika dipakai balap akan membara…
Tidak meleleh sih, tapi elektrodanya menyala…

pernah lihat besi dipanaskan dan menjadi berwarna merah ke oranye-an?
nah begitulah kira-kira kalau elektroda busi kepanasan…

Efeknya?

meskipun koil belum memerintahkan api busi untuk keluar,
tapi bahan bakar yang baru disemburkan ke mesin akan terbakar dengan sendirinya karena di ruang bakar ada ujung elektroda busi yang overheat tersebut…
Efeknya adalah knocking…
atau biasa kita sebut ngelitik.

Piston baru mau naik kok sudah disuruh turun oleh ledakan bahan bakar yang belum saatnya “knocking”, yah tenaga malah hilang…

Efek knocking lainnya yah mungkin rekan-rekan sudah banyak yang tahu…

Jadi,
sangat penting memilih busi terutama heatrange sesuai kebutuhannya…

Untuk hambatan busi,
ini beberapa data yang saya punya, (bisa search di internet sebagai perbandingan)

Pada keadaan 20 °C :

Copper (biasa) 16.78 nΩ·m
Platinum 105 n Ω·m
Iridium 47.1 n Ω·m

Memang busi iridium punya hambatan lebih besar dari busi standar (copper),
Tapi perlu diingat,
sebenarnya baik busi iridium atau platinum itu sebenarnya hanya busi biasa yang ditambahkan cincin platinum atau jarum iridium di ujung elektroda nya.

lalu hambatannya bukan Ω (ohm) tapi nΩ·m (nano ohm)
Jadi lebih kecil daripada ohm biasa, dan tidak berpengaruh besar terhadap hambatan untuk memperkecil listrik api busi

ini penjelasan tentang ukuran nano

misalnya micron…
diameter rambut manusia itu 40-80 micron

1 micron itu seperti pada gambar di atas,

nah 1 micron itu = 1000 nano

sangat kecil kan nano?

1 ohm dengan 1 nano ohm akan sangat jauh sekali, dan hanya bisa diukur ole multi tester yang sangat scientific…

Di Scorpio, kita belum butuh busi ber-resistor
Tapi banyak di kendaraan modern membutuhkannya karena untuk mencegah gelombang elektromagnetik balik ke arah sistem elektris kendaraan.

Gelombang elektromagnetis tidak baik bagi komponen kelistrikan (terutama elektris ECU) karena dapat mempengaruhi kinerjanya dan memperpendek sistem elektris tersebut.

nah standar besarnya hambatan pada resistor busi tersebut (busi beresistor) adalah 5 KΩ (kilo ohm)

*** tidak tepat 5 KΩ, dalam produksi masal busi pasti ada batas atas dan batas bawah (toleransi) produksinya

nah dibanding perbedaan hambatan antara copper, platinum, dan iridium. yah lebih besar hambatannya si resistor yang dipasang dibusi…

Untuk masalah panas dingin busi sudah coba saya sharing diatas,
masalah hambatan busi dan bahan busi juga sudah kita sharing diatas,

sekarang apa bedanya busi biasa, platinum, iridium…

busi awalnya adalah busi biasa, yaitu berbahan copper (Cu).

tapi bahan ini lama-lama membuat ujung elektroda yang terbuat dari cooper tersebut menjadi tumpul karena loncatan api busi…

maka dibuatlah busi yang lebih tahan lama,
yaitu ujung elektroda positif copper-nya ditambahkan platinum (biasanya platinum yang berbentuk koin sangat kecil seperti kancing baju).

Dengan ditambahkan platinum yang melting point (titik lelehnya) lebih tinggi daripada copper,
ujung elektroda busi jadi lebih awet terhadap perubahan gap.

Karena dirasa masih kurang awet
dibuatlah busi iridium,
yaitu busi biasa yang ditambahkan iridium pada ujung elektroda positifnya.
bahan iridium punya angka melting point yang lebih tinggi daripada copper dan platinum

Melting Point:
Copper : 1084.62 °C
Platinum : 1768.3 °C
Iridium : 2466 °C

Selain mempunyai titik leleh yang lebih tinggi, iridium juga bisa dibuat kecil seperti jarum

Dengan kemampuan bisa dibuat menjadi kecil,
lompatan api busi akan lebih fokus di ujung titik tersebut…
jadi pembakaran akan lebih fokus.

Mobil sekarang sudah mempunyai mesin yang rumit,
agak merepotkan jika harus rutin mengecek gap busi…
makanya pabrikan sekarang sudah melengkapi dengan busi iridium…
mobil lokal yang sudah pakai busi iridium sebagai busi standarnya adalah nissan livina, honda jazz, freed, city…

Jadi kenapa pakai iridium?
karena gap nya lebih lama berubah…

saya sendiri pakai busi iridium di sepeda motor saya sudah 2 tahun 4 bulan,
tiap saya cek per 4 bulan, hasilnya tidak ada perubahan gap dan busi tetap baik…
Tau gitu mah ngapain bongkar-bongkar periksa busi… hehehe…

Intinya buat scorpio (dan buat kendaraan lainnya),
kalau mau pakai busi iridium boleh saja,
TAPI
cari yang heatrange nya sama seperti busi standar kita,
dan setel gap businya sesuai petunjuk pabrik (yaitu 0,9 mm)

karena dulu saat saya beli busi iridium tersebut, gap nya ternyata 1,1, jadi saya rapatkan menjadi 0,9.

Teman saya (pakai pulsar) pake iridium juga, belum lama pakai busi iridium, businya sudah mau mati, setelah di cek businya kotor,
ternyata gap nya kekecilan (0,6 mm)…
akhirnya kita setel jadi 0,8 mm sesuai spesifikasi mesin bajaj pulsar.
akhirnya sampai sekarang masih hidup dan enak tuh mesinnya…

Jadi jangan asal beli busi iridium,
kebanyakan busi iridium yang dijual adalah busi dingin…
yah jelas kurang cocok buat aplikasi harian kita…

Maaf saya tidak menyebut merk businya,
Saya juga bukan pemilik toko yang jual busi,
Saya hanya user penggemar ngoprek2 motor yang hanya sekedar sharing tentang apa yang saya tahu…

CMIIW

Thx…

Pringgodani K.

Sent from my mobilephone®
POWERED by PLN 220 Volt, 2.200 VA

========================================================================

Demikian info yg ane dapet… moga bisa berguna bagi yang belum tau ya…

จิตวิญญาณยังคงพยายามทำให้สหายใช่การเรียนรู้

4 responses to this post.

  1. Hadeeehh serahin ke teknisi di bengkel aja deh.. Yang penting MSW bisa dipake plg-prgi buat kekampus..😀

    Balas

  2. Posted by cakra on Februari 8, 2012 at 6:14 am

    kalo untuk shogun sp bgusan yang mana???

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: